Pagi itu, aku ga kuliah. Seperti hari-hari sebelumnya kalo ga kuliah selalu diisi dengan kegiatan beres-beres dan bersih-bersih kamar kos, setelah penat pada malam sebelumnya belajar dan belajar - maklum ujian sudah di depan mata. Setelah beres-beres dan bersih-bersih ku anggap selesai lalu aku pun mandi.
Agendaku pagi itu yang sudah kususun sebelumnya, adalah ke Laundry dan Bengkel Motor, sambil membawa beberapa buku untuk kubaca ketika menunggu motor di service. Baju-baju kotor pun sudah ku masukan dalam kantong plastik dan ku simpan di dekat pintu - biar tidak lupa.
Pagi itu, aku benar-benar menikmati kebebasan setelah hari-hari otak ini dijejali oleh pelajaran-pelajaran Ekonomi yang cukup "memusingkan".
Dengan mengenakan t-shirt, celana pendek dan sendal jepit kulangkahkan kaki menuruni tangga besi putar - aku tinggal di lt. 2 - keluar dari kamar kos, lalu mengeluarkan motor dan memanaskan mesinnya.
"Jagung manis....jagung manis.....!" terdengar sayup-sayup dari ujung jalan depan rumah. Penasaran kutunggui - maklum jagung adalah salah satu makanan favoritku.
Sesaat kemudian datang seorang laki-laki paruh baya, tidak beralas kaki, berjalan timpang dengan tangan menekuk - maaf mungkin pernah terkena stroke - memikul dua buah karung yang isinya jagung rebus. Dia menawarkan harga yang cukup murah dibandingkan dengan harga di tempat asalku – mungkin jagung disini mudah didapat (hukum ekonomi :)). Tanpa ada tawar menawar, kesepakatan harga sudah terjadi – sudah mencapai price equilibrium ceritanya. Aku langsung setuju dengan harga yang ditawarkan, tidak banyak yang aku beli tadinya hanya dua tapi melihat kondisi tukang jagungnya akupun membeli empat dan transaksi pun selesai. Lalu akupun kembali ke kamar kos untuk menyimpan jagung rebus yang kubeli.
Ketika kembali masuk ke kamar kos, aku terperanjat ternyata kantong plastik yang berisi baju-baju kotor yang akan kubawa ke Laundry lupa kubawa….. Subhanallah!
Hikmah yang bisa ku petik dari kejadian ini adalah sebuah pelajaran penting, bahwa dengan segala kebesaran-Nya Allah SWT selalu mengingatkanku, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui mahluk-mahluk ciptaan-Nya.